skip to main | skip to sidebar

ikh 54 n

Tak Semua Mimpi Harus Selalu Terbang Tinggi, Seperti Juga Hidup Tak Selalu Harus Dalam Damai Tapi Kedamaian Cukup Layak Untuk di Perjuangkan Sepanjang Hidup

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Tuesday, September 28, 2010

fEEling

Posted by ..Ikhsan at 9:06 AM
    Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, dan lebih sempurna dari pada si jantung hati kita Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
     Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang si jantung hati, Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untuk kita. Tetapi tetap berpulang pada kita Untuk melakukan pilihan apakah kita ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu dengan si jantung hati kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama si jantung hati, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.....!!!! 

17 Syawal 1431H
0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

Thursday, September 23, 2010

Pencil

Posted by ..Ikhsan at 2:14 PM
“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya”

       Al Kisah, Sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasehati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.“Wahai pensil, tugasmu sbb:
*Pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”
*Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman.Proses ini memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal”.
*Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia”.
*Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu”.
*Kelima. Di saat2 terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil2 yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat, sejak itulah pensil2 itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.
     Teman's, pensil2 ini pun mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita berada di dunia ini. Kita pun percaya bahwa bukanlah tanpa sebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Yang jelas, ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk digenapi dan diselesaikan.
Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, Saya yakin kesadaran kita mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.
     Tujuan hidup yang jelas, membuat orang punya harapan serta tidak mengakhiri hidupnya”. Itulah sebabnya, tak mengherankan jika dikatakan bahwa salah satu penyebab terbesar dari angka bunuh diri adalah kehilangan arah ataupun tujuan hidup. Maka, dari cerita pensil di atas kita belajar mengenai lima hal penting dalam kehidupan :
*Pertama, hidup harus punya tujuan yang pasti. Apapun kerja, profesi atau pun peran yang kita mainkan di dunia ini,Celakanya, kita lahir tanpa sebuah instruksi ataupun manual book yang menjelaskan untuk apakah kita hadir di dunia ini. Pencarian akan tujuan dan panggilan kita, menjadi tema penting selama kita hidup di dunia,Yang jelas, kehidupan kita dimaknakan untuk menjadi berguna dan bermanfaat serta positif bagi orang-orang di sekitar kita, minimal untuk orang-orang terdekat. Jika tidak demikian, maka kita useless. Tidak ada gunanya. Sama seperti sebatang pensil yang tidak bisa dipakai menulis, maka ia tidaklah berguna sama sekali.
*Kedua, akan terjadi proses penajaman sehingga kita bisa berguna optimal, oleh karena itulah, sering terjadi kesulitan, hambatan ataupun tantangan. Semuanya berguna dan bermanfaat sehingga kita selalu belajar darinya untuk menjadi lebih baik,,Kadang penajaman itu ‘sakit’. Namun, itulah yang  justru akan memberikan kesempatan kita mengeluarkan yang terbaik.
*Ketiga, bagian internal diri kita lah yang akan berperan. Kita sering menyaksikan banyak orang di sekitar kita yang sukses dan terkenal, justru yang hebat bukanlah karena mereka paling pintar ataupun paling beruntung.Tetapi, kemampuan dalam diri mereka, filosofi serta semangat merekalah yang membuat mereka menjadi luar biasa. Demikian pula pada diri kita. Pada akhirnya, apa yang ada di dalam diri kita seperti karakter, kemampuan, bakat, motivasi, semangat, pola pikir itulah yang akan lebih berdampak dari pada tampilan luar diri kita.
*Keempat, pensil pun mengajarkan agar bisa berfungsi sempurna kita harus belajar bekerja sama dengan orang lain.Bayangkan seorang anak buah yang tidak mau diatur atasannya. Ataupun seorang service provider yang tidak mau diatur oleh pelanggannya. Mereka semua tidak akan berfungsi sempurna. Agar berhasil, kadang kita harus belajar dari pensil untuk ‘tunduk’ dan membiarkan diri kita berubah menjadi alat yang sempurna dengan belajar dan mendengar dari ahlinya. Itulah sebabnya, kemampuan untuk belajar bekerja sama dengan orang lain, mendengarkan orang lain, belajar dari ‘guru’ yang lebih tahu adalah sesuatu yang membuat kita menjadi lebih baik.
*Terakhir, pensil pun mengajarkan kita meninggalkan warisan yang berharga melalui karya2 yang kita tinggalkan. Tugas kita bukan kembali dalam kondisi utuh dan sempurna, melainkan menjadikan diri kita berarti dan berharga. Itulah filosofi ‘memberi dan melayani’ yang diajarkan oleh Allah.

 14 Syawal 1431H
0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

Friday, September 17, 2010

Sekilas

Posted by ..Ikhsan at 11:21 AM
Assalamu'alaikum w.w
Malam telah larut saat saya meninggalkan ruangan IMY [Vocational Trainings].  
telah lewat pukul 11 malam jadwal yang padat membuat saya pulang sampai larut malam.Hufftttt..., hari yang menjemukan saat itu terlebih setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. rintik hujan mulai turun. lengkap sudah, badan yang lelah dan mengantuk ditambah dengan “acara” kehujanan.
Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. untunglah, penjual nasi goreng
yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya.
Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dek,daripada kehujanan…,” begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja. Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu.
Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula
canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih pak,orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh ke arah saya dan berkata, “Iya dek, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil menghisap rokoknya dalam2 “Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?” kata saya, “Wah, rezekinya jadi berkurang dong pak?” Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru…“Wallahu A'lam dek, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya “Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya.” Bapak itu melanjutkan, “Anak saya yang disana pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan…”
Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Wallahu A'lam”Allah memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar.Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah2 yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun
derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung atau mendorong mobil yang mogok.
Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. beribu pikiran
tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya “Ya Allah,
Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat” Untunglah, hujan telah reda dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat,"[Wallahu A'lam]"
***
Teman's, Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja dia memberikan cinta kepada kita lewat hal-hal yang sederhana dan hal2 itu kerap membuat kita menjadi semakin banyak belajar termasuk kali ini.,,, Ya namun, kadang wujud syukur itu tak tampak kentara dalam runutan hidup yang kita lakoni dalam setiap doa kita, sering terucap do'a agar kita selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan kita tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal2 besar dan istimewa.
Kita berdoa agar diberikan kekuatan…Namun, Allah memberikan kita cobaan agar kita kuat menghadapinya.
Kita berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun, Allah memberikan kita masalah agar kita  mampu memecahkannya.
Kita berdoa agar diberikan kecerdasan…Namun, Allah memberikanku otak dan
pikiran agar kita dapat belajar dari-Nya.
Kita berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…Namun, Allah memberikan kita orang2 yang luka hatinya agar kita dapat berbagi denganya...
Kita berdoa agar diberikan keberanian…Namun, Allah memberikan kita marabahaya agar kita  mampu menghadapinya...!!!

Wassalamu'alaikum w.w

                                                                                                                    08 Syawal 1431H
0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

Friday, September 10, 2010

1 Syawal 1431 H

Posted by ..Ikhsan at 12:12 AM
Assalamu'alaikum w.w
 
Minal aidin wal faidzin…Happy Eid Mubarac…Selamat Lebaran… felicitaciones ….
Alhamdulillah akhirnya kita sudah sampai juga memasuki bulan Syawal 1431 H
dimana umat muslim seluruh dunia merayakan hari kemenangan, dan mohon ampunan kepada Allah SWT, atas segala dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini…!!!
Salam salaman dan mohon maaf teruntuk Ayah bunda, Rekan sahabat, dan handai taulan semuanya…selalu terdengar dan terucap, isak tangis dan haru juga gembira bertemu dengan keluarga dan kerabat yang selalu dirindukan kehadirannya…..????
Takbir berkumandang bergema keseluruh penjuru negeri, Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Laa ilaha ilallahu wallahu akbar...Allahu Akbar... Walillah ilham...
Takbir….mengingatkan ku akan masa lalu masa kecilku dahulu, banyak cerita selama tahun-tahun itu, bersama teman-teman sebaya bergembira bersama, canda tawa menyertai, saat kita bertakbiran bersama di masjid kampungku saling bergantian memukul bedug saling bersama mengumandangkan takbir sampai larut malam dan tidurpun disertai mimpi akan keramaian esok pagi saat sholat Idul fitri. 
[Kenangan yang tak tergantikan] 

"Jo hati nan suci
Muko nan janiah
Maharok kato maantaan sambah
Kok ado tingkah nan indak patuik
Lai tampak indak tasapo
Lai tasapo indak tasalami
Lai tasalami indak tasuruah duduak
Tasuruah duduak indak pado tampeknyo
Jo hati nan janiah, taucap Minal aidin wal faidzin"
 
1 Syawal 1431 H
0 comments
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ►  2013 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  May (1)
  • ▼  2010 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ▼  September (4)
      • fEEling
      • Pencil
      • Sekilas
      • 1 Syawal 1431 H
    • ►  August (5)
WELCOME TO MY BLOG

About me :

My Photo
..Ikhsan
You choose where to be, You choose how to act, You choose what to say, You choose what to do, You choose whom to be with, You choose what to concentrate on, You choose what to believe, You choose when to go along, You choose when to resist, You choose whom to trust, You choose whom to avoid, You choose what the behaviors to admit reaction to what stimuli, You choose what to say to your self about : Self, Others, Risks, Needs and Rights
View my complete profile

Selamat Datang Jgn Lupa Comment Terimakasih Kunjungannya
Widget by: Facebook uc1n
Powered by Blogger.
Bookmark and Share




 

© 2009 My Web Blog
designed by DT. NanLaweh | Bloggerized by Ikhsan | Kampoeng12.com